Badan
Tenaga Nuklir Nasional sebagai lembaga yang bergerak dalam penelitian dan
pengembangan (litbang) ikut berperan dalam mendukung peningkatan sektor
peternakan. Litbang yang dilaksanakan lebih menekankan ke arah penggunaan
teknik nuklir dan teknik terkait lainnya. Kegiatan ini dilakukan di
Laboratorium Nutrisi, Reproduksi, dan Kesehatan Ternak, Bidang Pertanian, Pusat
Penelitian dan Pengembangan Isotop dan Radioisotop (P3TIR).
Litbang
peternakan yang dilakukan lebih mengarah pada peningkatan produksi ternak,
perbaikan sistem reproduksi, kesehatan, dan manajemen ternak. Keuntungan
pengggunaan teknik nuklir dalam litbang peternakan, yaitu kepekaan deteksi
tinggi, akurat untuk perunutan, efektif dan efisien, aman, serta ekonomis.
Pemanfaatan
teknik nuklir untuk perunutan berdasarkan sifat pengaplikasiannya dibagi
menjadi dua, yaitu pemanfaatan yang bersifat in vivo dan in vitro. Aplikasi
perunutan secara in vivo bertujuan untuk menggambarkan proses biologi yang
terjadi di lingkungan asalnya atau langsung menggunakan hewan ternak. Yang
perlu diperhatikan adalah waktu paruh biologis, yaitu waktu yang diperlukan
(radio) isotop untuk keluar atau diekskresikan keluar tubuh. Sedangkan aplikasi
perunutan secara in vivo bertujuan untuk menggambarkan proses biologi yang
terjadi di luar tubuh hewan, tetapi di laboratorium. Yang perlu diperhatikan
adalah waktu paruh fisika, yaitu waktu yang diperlukan oleh radioisotop untuk
meluruh hingga mencapai separuh aktivitasnya
Pemanfaatan teknik nuklir
radiasi yang dilakukan di bidang peternakan terutama di subbidang kesehatan
ternak, yaitu untuk melemahkan patogenisitas penyakit yang disebabkan oleh
bakteri, virus dan cacing. Litbang pemanfaatan radiasi telah menghasilkan
radiovaksin, reagen diagnostik, dan pengawetan.
Radiovaksin adalah
teknik pembuatan vaksin dengan cara iradiasi. Definisi vaksin adalah suatu
suspensi mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit tetapi telah
dimodifikasi dengan cara mematikan atau menatenuasi sehingga tidak akan
menimbulkan penyakit dan dapat merangsang pembentukan kekebalan/antibodi bila
diinokulasikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar