1.
Bidang Medis
Aplikasi pada bidang medis dari
teknologi nuklir umumnya dibagi menjadi dua macam, yakni diagnosa serta terapi
radiasi. Terutama adalah untuk perawatan yang efektif bagi orang yang mendetita
penyakit kanker. Pencitraan dari sinar X tentu saja merupakan hasil dari
pengembangan teknologi Nuklir selama ini. Selain itu ada pula penggunaan
Teknesium untuk diberikan pada molekul organik, kemudian pencarian jejak
radioaktif pada tubuh manusia sebelum diekskresikan oleh ginjal, dan berbagai
aplikasi lainnya. Pada bidang ini sering disebut dengan istilah Kedokteran
Nuklir. Hingga saat ini, terapi medis dengan memanfaatkan teknologi Kedokteran
Nuklir dianggap cukup efektif. Walaupun telah banyak disebutkan
keuntungan-keuntungan penerapan teknologi nuklir, pastilah di dalam hati kita
masih ada perasaan was-was. Bagaimana bila terjadi kebocoran seperti yang
terjadi di Jepang akhir-akhir ini? Bagaimana pula dengan limbahnya?
Sebenarnya setiap pekerjaan
mengandung resiko, apapun yang kita kerjakan bila kita tidak berhati-hati maka
akan timbul bencana. Contoh sederhananya adalah pisau. Apabila pisau digunakan
dengan tidak hati-hati maka akan dapat melukai diri penggunanya. Para pekerja
yang bekerja di industri kimia juga harus berhati-hati karena bila mereka
ceroboh, mereka bisa keracunan zat kimia. Demikian pula dengan industri nuklir
seperti reaktor nuklir. Kebocoran reaktor yang terjadi di Jepang merupakan
kelalaian manusia semata-mata.
Adapun mengenai masalah
limbahnya telah ditemukan suatu cara yang aman dan permanen seperti yang telah
dilakukan oleh Kanada. Limbah nuklir dikubur jauh di bawah tanah pada lapisan
batuan granit yang stabil. Penelitian geologi menunjukkan bahwa formasi batuan
granit dapat stabil hingga 1,5 juta tahun atau bahkan lebih.
2.
Bidang Pertanian
Pusat Aplikasi Isotop dan
Radiasi (PAIR) telah menghasilkan sejumlah varietas unggul yang baru
dengan cara mutasi oleh imbas radiasi, seperti varietas padi untuk dataran
rendah dan dataran tinggi, kedelai, dan kacang hijau.
3.
Bidang Pertambangan.
Tritium radioaktif dan cobalt
60 digunakan untuk merunut alur-alur minyak bawah tanah dan
kemudian menentukan srategi yang paling baik untuk menyuntikkan air ke dalam
sumur-sumur. Hal ini akan memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam
kantung-kantung yang sebelumnya belum terangkat. Berjuta-juta barrel tambahan
minyak mentah telah diperoleh dengan cara ini.
Walaupun telah banyak disebutkan
keuntungan-keuntungan penerapan teknologi nuklir, pastilah di dalam hati kita
masih ada perasaan was-was. Bagaimana bila terjadi kebocoran seperti yang
terjadi di Jepang akhir-akhir ini? Bagaimana pula dengan limbahnya?
Sebenarnya setiap pekerjaan
mengandung resiko, apapun yang kita kerjakan bila kita tidak berhati-hati maka
akan timbul bencana. Contoh sederhananya adalah pisau. Apabila pisau digunakan
dengan tidak hati-hati maka akan dapat melukai diri penggunanya. Para pekerja
yang bekerja di industri kimia juga harus berhati-hati karena bila mereka ceroboh,
mereka bisa keracunan zat kimia. Demikian pula dengan industri nuklir seperti
reaktor nuklir. Kebocoran reaktor yang terjadi di Jepang merupakan kelalaian
manusia semata-mata.
Adapun mengenai masalah
limbahnya telah ditemukan suatu cara yang aman dan permanen seperti yang telah
dilakukan oleh Kanada. Limbah nuklir dikubur jauh di bawah tanah pada lapisan
batuan granit yang stabil. Penelitian geologi menunjukkan bahwa formasi batuan
granit dapat stabil hingga 1,5 juta tahun atau bahkan lebih.
Sumber: http://pafta.wordpress.com/beberapa-pemanfaatan-energi-nuklir/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar